Rabu, 28 Maret 2012

PENGANTAR BISNIS

TUGAS 1

PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI SEBELUM ORDE BARU
            Sudah hampir 66 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi kondisi perekonomian Indonesia tidak juga membaik. Masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran masih tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah. Untuk dapat memperbaiki sistem perekonomian di Indonesia, kita perlu mempelajari sejarah tentang perekonomian Indonesia dari masa orde lama hingga masa reformasi. Dengan mempelajari sejarahnya, kita dapat mengetahui kebijakan-kebijakan ekonomi apa saja yang sudah diambil pemerintah dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia serta dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalah ekonomi yang ada. Sistem perekonomian Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu Pemerintahan pada masa orde lama, orde baru, dan reformasi. Tapi di sini saya khusus membahas membahas sistem ekonomi pada maasa orde lama.
            Sejak berdirinya negara RI, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu yang telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Seperti Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah koperasi namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.
            Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran. Menurut UUD 1945, sistem perekonomian Indonesia tercantum dalam pasal-pasal 23, 27, 33 & 34. Demokrasi Ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri positif yang di antaranya adalah (Suroso, 1993)  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
            Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak yang di kuasai oleh negara. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pengawasan terhadap kebijaksanaannya serta sumber-sumber kekuatan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
            Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta  mempunyai hak akan pekerjaan dan kehidupan yang layak. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
1.Free fight liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali
2.Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan
3.Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu,
Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, Demokrasi Ekonomi dan “mungkin campuran”, namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950an- 1957an merupakan bukti sejarah  adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, yang mewarnai sistem perekonomian Indonesia pada tahun 1960an sampai dengan masa orde baru

Walaupun demikian, semua program dan rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan adalah:
-          Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relatif bukan di bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung mentitikberatkan pada masalah politik, bukan masalah ekonomi.
-          Kelanjutan dari akibat di atas, dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru di alokasikan untuk kegiatan politik & perang
-          Faktor berikutnya adalah terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk (setiap parlementer saat itu). Tercatat tidak kurang dari 13x kabinet yang berganti pada ssat itu. Akibatnya program-program dan rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas.
-     Disamping itu program dan rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi dan aspirasi dari,berbagai pihak. Selain itu, putusan individu dan partai lebih di dominankan daripada kepentinganpemerintah dan negara.
-          Cenderung terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia (liberalis, 1950- 1957) dan etatisme (1958- 1965

PEMERINTAHAN MADA MASA ORDE LAMA
Pemerintahan pada masa orde lama dibagi menjadi tiga yaitu:

a. Masa pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Pada masa awal kemerdekaan, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk, yang antara lain disebabkan oleh :
  1.  Inflasi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javashe Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
  2. Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
  3.  Kas Negara kosong
  4. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi,antara lain :
  1. Program Pinjaman Nasional, Mentri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP melakukan pinjaman ke negara lain pada bulan Juli 1946
  2. Upaya menembus blockade dengan diplomasi beras ke India (India merupakan Negara yang mengalami nasib yang sama dengan Indonesia yaitu sama-sama pernah dijajah, Indonesia menawarkan bantuan berupa padi sebanyak 500.000 ton dan India menyerahkan sejumlah obat-obatan kepada Indonesia),mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blockade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
  3. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
  4. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
  5. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).

  b. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
            Pada masa ini, sistem politik dan sistem ekonomi Indonesia menggunakan prinsip – prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar, padahal pada kenyataannya pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
  1. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai mata uang (sanering) untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
  2. Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Pada kabinet ini untuk pertama kalinya terumuskan suatu perencanaan pembangunan yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP)
  3. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. (Kabinet Sukiman)
  4. Sistem ekonomi Ali (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. (Kabinet ini sangat melindungi importer pribumi, sangat berkeinginan mengubah perekonomian dari struktur colonial menjadi nasional)
  5.  Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. (Kabinet Burnahudin)

 c. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
 1. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut: Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
2. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialisIndonesiadengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
3. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi

TUGAS 2

SISTEM EKONOMI LIBERAL
Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar yaitu sistem ekonomi dimana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar dan seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaannya dan mereka bebas bersaing. Dilain pihak, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah hanya bertugas melindungi, menjaga, dan memberi fasilitas agar setiap individu dapat menjalankan hal dan kebebasannya dengan sebaik-baiknya. Jadi, fungsi pemerintah hanya sebagai pelengkap.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal :
  1. Menerapkan sistem persaingan bebas
  2. Adanya pengakuan terhadap hak individu
  3. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi
  4. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  5. Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri
  6. Peranan modal sangat penting
  7. Peranan pemerintah dibatasi
Kebaikan Sistem Ekonomi Liberal :
  1. Setiap orang bebas menentukan perekonomian sendiri
  2. Setiap orang bebas memiliki alat produksi sendiri
  3. Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena persaingan
  4. Produksi didasarkan kehan masyarakat
  5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Keburukan Sistem Ekonomi Liberal :
  1. Menimbulkan penindasan terhadap manusia lain
  2. Pengusaha yang bermodal kecil akan semkin tersisih
  3. Menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat
  4. Dapat menciptakan kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin
  5. Renta terhadap krisis ekonomi


SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sejarah sistem ekonomi campuran
System ekonomi campuran  (“mixed economy”) merupakan paduan dari dua bentuk system ekonomi sosialismedan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk menyerap elemen-elemen yang positif dan dinamis dari keduanya. Sistem ini hendak dibangun dengan usaha untuk meninggalkan unsur-unsur lemah dari dua bentuk sistem ekonomi politik tersebut. Sejarah pertentangan yang keras dan bahkan tidak harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menstimulasi pemikir-pemikir untuk mencari bangun ekonomi dengan ciri dasr, yang merupakan gabungan unsur-unsur terbaik dari keduanya.
Sebenarnya sistem ekonomi ini dapat saja menghilangkan konotasi perpaduan antara dua sistem ekonomi di atas karena sistem ekonomi campuran dapat signifikan dalam khasnya tersendiri. Sistem menggerakkan elemen-elemen dinamis, yang sebelumnya memang dimiliki oleh masing-masing sistem ekonomi. Kedua bentuk ekstrim dari sistem ekonomi sebenarnya telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan –kelemahannya sehingga tersisa unsur-unsurnya, yang dinamis dan positif.
Cirri-ciri system ekonomi campuran
  • Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  • Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  • Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi campuran
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.


Senin, 19 Maret 2012

TUGAS DASAR PEMASARAN

ASEP MUSTOFA               21211241
AGUNG KURNIAWAN     20211337
RIDO ARPA JANTAKA     21211149

 INDOMARET

Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan kurang dari 200 M2. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara, pada tahun 1988.
Tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia, setelah Indomaret teruji dengan lebih dari 230 gerai. Pada Mei 2003 Indomaret meraih penghargaan “Perusahaan Waralaba 2003″ dari Presiden Megawati Soekarnoputri.
Hingga Mei 2010 Indomaret mencapai 4261 gerai. Dari total itu 2.444 gerai adalah milik sendiri dan sisanya 1.817 gerai waralaba milik masyarakat, yang tersebar di kota-kota di Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Bali, Lampung dan Medan. Di DKI Jakarta terdapat sekitar 488 gerai.
Indomaret mudah ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran dan fasilitas umum karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”.
Lebih dari 3.500 jenis produk makanan dan non-makanan tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Pada awal tahun 2011, Indomaret merubah logo baru, yaitu logo Indomaret di dalam kotak berwarna merah, biru dan kuning dari atasnya.

Lingkungan intern perusahaan
Setiap tahun, Indomaret membagikan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu di sekitar toko Indomaret. Tahun 2009, beasiswa diberikan kepada 1.300 Siswa 260 Sekolah dasar yang ada di Jawa, Bali, Madura dan Sumatera
Indomaret hadir di Kidzania, Pacific Place Jakarta. Sebuah tempat bermain anak-anak yang menyenangkan dan mendidik. Anak-anak dapat menjalankan profesi seperti halnya staf karyawan Indomaret, dan belajar tentang sistem retail modern.

Lingkungan ekstern perusahaan
Festival Vokal Group Indomaret (FOGI)merupakan inisiatif Indomaret untuk memfasilitasi talenta kaum muda Indonesia yang berbakat dalam dunia tarik suara, Khususnya Vokal Group. Diadakan setiap tahun di kota-kota besar, untuk kemudian Final di Jakarta. Tahun 2010 Para Pemenang FOGI mendapatkan kesempatan untuk bertanding dalam kejuaraan dunia Vokal Group, World Choir Games, di Shaoxing China, dan meraih juara pertama.


Analisis swot
Strength/kekuatan
a.harga lebih terjangkau dan terjamin
b.belanja hemat
c.terdapat diskon
d.promosi lebih mudah karna lokasi strategis
e.pelayanan memuaskan
weaknesses/kelemahan
a.tidak dapat menerima order
b.tidak memiliki garansi
opportunities/peluang
a.mudahnya memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau
b.menambah sdm
c.menguranggi jumlah pengangguran
threat/ancaman
a.banyak competitor yang bermunculan
b.kondisi perekonomian yang labil

penyelesaian masalah
menguranggi jumlah pengangguran dengan adanya lapangan pekerjaan baru,meningkatkan daya komsumsi masyarakat dengan menjual barang kebutuhan yang lebih efisien dari segi harga yang terjangkau sehingga mengguranggi angka gizi buruk.

Senin, 30 Januari 2012

PENGANTAR BISNIS IV

TUGAS I
 

Analisi Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

A. Pengertian Amdal
    
      Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan, baik dampak negative maupun berdampak positif. Dampak lingkungan hidup yang terjadi adalah berubahnya suatu lingkungan dari bentuk aslinya seperti perubahan fisik kimia,biologi, atau social.                                                                                                                        
      Oleh karena itu, sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan maka sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun yang akan mendatang. Studi inilah yang kita kenal denga nama Analisi Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).
Pengutamaan telaah AMDAL secara khusus adlah meliputi dampak lingkungan disekitarnya, arti keberadaan suatu usaha atau proyek akan memengaruhi kegiatan-kegiatan yang berada di sekitar rencana lokasi, baik dampak rencana usaha atau kegiatan terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah ada sebaliknya maupun dampak kumulatif dari rencana usaha atau kegiatan dan kegiatan yang sudah terhadap lingkunagan hidup.
      Dewasa ini penelitian terhadap AMDAL suatu usaha sebelum dijalankan sangat penting, baik terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan. Pada akhirnya jika aspek lingkungan dinyatakan tidak layak untuk dijalankan, maka sebaliknya dibatalkan karena akan memperoleh kerugian lebih besar dari pada manfaatnya. Pengertian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan pentingsuatu rancana usaha dan kegiatan.

B. Dampak Yang Ditimbulkan
     

      Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa AMDAL merupakan salah satu bagian dari aspek studi keelayakan bisnis. Artinya untuk melakukan suatu kegiatan usaha, bisnis, atau proyek.                     Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya, antara lain :
1. Hutan lindung, hutan konservasi, dan cagar biosfer
2. Sumber daya alam
3. Keanekaragaman hayati
4. Kualitas udara
5. Warisan alam dan warisan budaya
6. Kenyamanan lingkungan hidup
7. Nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup
    
      Kemudian, komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat di sekitar, seperti antara lain :
1. Kepemilikan dan penguasaan lahan
2. Kesempatan kerja dan usaha
3. Taraf hidup masyarakat
4. Kesehatan masyarakat
   
      Berikut ini dampak negative yang mungkin akan timbul, jika tidak dilakukan AMDAL, secara baik dan benar adalah sebagai berikut :
1. Terhadap tanah dan kehutanan
    a. Menjadi tidak subur, gersang atau tandus, sehingga sangat merugikan sektor pertanian
    b. berkurang jumlahnya, apabila terjadi pengerukan atau bahkan hilang
    c. Terjadi erosi atau bahkan banjir apabila hutan yang disekitar proyek ditebang secara teratur
    d. Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai di sekitarnya
 2. Terhadap Air :
     a. Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning atau hitam,
         sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan seperti air minum, mencuci, dan
         keperluan lainnya.
     b. Berubah rasa, dalam arti bahwa mungkin warnanya tidak berubah, akan tetapi rasanya
         menjadi berubah, sehingga juga berbahaya untuk dijadikan air minum, karena mungkin
         mengandung zat – zat yang berbahaya.
     c. Berbau busuk atau menyengat, sehingga sangat menggaggu lingkungan di sekitarnya.
     d. Mengering, hal ini disebabkan proyek yang dijalankan menggunakan air sungai atau air
         tanah yang berlebihan, akibatnya air disekitar lokasi menjadi berkurang.
3. Terhadap udara
    a. Udara di sekitar lokasi menjadi berdebu, untuk proyek tertentu seperti proyek batu kapur   atau semen
    b. Dapat menimbulkan radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia
    c. Untuk proyek tertentu dapat menimbulkan suara yang bising, seperti proyek perbengkelan
    d. Menimbulkan aroma yang tidak sedap seperti berbau tajam, menyengat, busuk, seperti peternakan
4. Terhadap manusia
    a. Akan menimbulkan berbagai penyakit
    b. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya struktur penduduk
    c. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat
      
      Dampak yang akan timbul, seperti di atas perlu dicarikan alternative penyelesaiannya. Penyelesaiannya ini harus dipenuhi atau dilengkapi oleh perusahaan yang dinilai kurang layak, adalah sebagai berikut:
1. Terhadap tanah
    a. memiliki rehabilitasi lahan kritis melalui penhhijauan untuk  banjir dan longsor
    b. melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap  penggalian yang menyebabkan tanah berlubang
2. Terhadap air
    a. memasa filter air sehingga air yang keluar dari pembuangan sudah bersih dan sehat
    b. membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu
    c. membersihkan semacam obat untuk menetralisir air yang tercema
3. Terhadap udara
    a. Memasang filter udara untuk menghindari asap dan debu atau sumber polusi lainnya
    b. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising
4. Terhadap karyawan
    a. Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja yang aman
    b. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang terlihat dalam perusahaan
    c. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat dengan proyek
5. Terhadap masyarakat sekitar
    a. menyediakan tempat kesehatan secara gratis pada masyarakat
    b. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dengan penggantian yang wajar

C. Tujuan Dan Kegunaan Studi Amal
     
      Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha atau kegiatan yang akan dilaksanakan terutama
    yang menimbulkan dampak besar dan  penting terhadap lingkungan hidup.
2. Mengidentifikasi komponen – komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak
    besar dan penting.
3. Memprakirakan dan mengevaliasi rencana usaha atau kegiatan usaha yang menimbulkan
    dampak besar dan  penting terhadap lingkungan hidup.
4. Merumuskan RKL dan RPL.

Sedangkan kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL adalah :
1. Sebagai bahan bagi perencanaan dan pengelolahan usaha dan pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari
    rencana usaha atau kegiatan.
3. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha atau kegiatan.
4. Member masukan untuk penyusunan rencana pengelolahan dan pemantauan lingkungan
    hidup dari rencana usaha atau kegiatan.

D. Rona Lingkungan Hidup     
      Sasaran utama dari AMDAL adlah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran, tujuan, sasaran, dan sebagainya. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman faktor lingkungan hidup, dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada .
Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bias dipilih ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL.
Fisik kimia
1. Iklim, kualitas udara, dan kebisingan
2. Fisiografi
3. Hidroogi
4. Hidrooseanografi
5. Ruang, lahan, dan tanah

Biologi
1. Flora
2. Fauna

Sosial
1. Demokrafi
2. Ekonomi
3. Budaya  
4. Kesehatan masyarakat

E. PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING
          
Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusuan AMDAL hendaknya dimuat hal – hal sebagai berikut :

1. Prakiraan dampak usaha atau kegiatan pada saat prakonstruksi, konstruksi operasi, dan
    pascaoperasi terhadap lingkungan hidup.
2. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup yang diprakirakan bagi masyarakat
    di wilayah studi kegiatan.
3. Memperhatikan dampak yang bersifat langsung maupun tidak langsung yang terjadi
    akibat rencana atau kegiatan tersebut.
4. Melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode – metode formal
    secara matematis.



F. EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING

            Hasil evaluasi mengenai hasil telaah dampak besar dan penting dari rencana usaha atau kegiatan ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggung jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan sebagaimana dimaksudkan dalam PP No. 27 Tahun 1999

      1. Telaah terhadap dampak besar dan penting
     a. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaahan secara
         totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
     b. Telaah secara holistis atas berbagai komponen lingkungan hidup yang diprakirakan
         mengalami perubahan yang mendasar. Telaah ini dilakukan dengan menggunakan
         metode – metode evaluasi yang lazim dan sesuai dengan kaidah metode evaluasi
         dampak penting dalam AMDAL.
     c. Dampak – dampak besar dan penting yang dihasilkan dari evaluasi disajikan sebagai
         dampak – dampak besar dan penting yang harus dikelolah.

      2. Telaah sebagai dasar pengelolahan
     a. Hubungan sebab akibat (kausatif) antara sencana usaha atau kegiatan dan rona
         lingkungan hidup dengan dampak positif dan negative yang mungkin timbil.
     b. Ciri dampak penting ini juga perlu dikemukakan dengan jelas dalam arti apakah
         dampak penting baik positif maupun negative akan berlangsung terus selama usaha
         atau kegiatan itu berlangsung nanti atau antara dampak – dampak yang satu dengan
         yang lain akan terdapat hubungan timbal balik.
     c. Kelomok masyarakat yang akan terkena dampak negatif dan kelompok yang terkena
         dampak positif harus di identifikasi kesenjangan antara perubahan yang diinginkan
         dan perubahan yang mungkin terjadi akibat usaha atau kegiatan pembangunan.
     d. Kemungkinan seberapa luas daerah yang terkena dampak penting ini.
     e. Analisis bencana alam dan analisis resiko bila rencana usaha atau kegiatan berada
         dalam daerah rawan bencana alam.

G. RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA
Ruang lingkup studi meliputi dampak besar penting yang ditelaah, yakni :

1. Rencana usaha atau kegiatan penyebab dampak, terutama komponen langsung yang
    berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya.
2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan terutama komponen
    langsung yang terkena dampak yang ditimbulkannya.
3. Jenis – jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak – dampak yang
    ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup.
4. Aspek – aspek yang diteliti sebagaimana yang dimaksud pada butir 1,2,3 dimaksud
    mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan untuk
    AMDAL.

untuk lebih jelasnya, maka yang harus kita jabarkan adalah sebagai berikut :

     1. Identifikasi Pemrakarsa dan Penyusun AMDAL
            Pemrakarsa :
   a. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha
       atau kegiatan.
   b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab pelaksaaan rencana usaha atau
       kegiatan.

            Penyusun AMDAL :
   a. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan disertai dengan kualifikasi
       dan rujukannya.
   b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab penyusun AMDAL.

      2. Wilayah Studi
                  Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan
          dalam kerangka acuan untuk AMDAL dan hasil pengamatan di lapangan. Batas
          wilayah studi AMDAL dimaksud digambarkan pada peta dengan skala yang
          memadai.

      3. Pelingkupan Wilayah Studi
                  Penetapan lingkup wilayah studi di maksudkan untuk membatasi wilayah studi
          AMDAL sesuai hasil pelingkupan dampak besar dan penting dengan memerhatikan
          keterbatasan dan sumber daya, waktu, dan tenaga, serta saran pendapat dan
          tanggapan dari masyarakat yang berkepentingan. Lingkup wilayah studi AMDAL
          diteteapkan berdasarkan pertimbangan batas – batas ruang, sebagai berikut :

     a. Batas Proyek adalah ruangan dimana suatu rencana usaha atau kegiatan melakukan
         kegiatan prakonstruksi, konstruksi, dan operasi. Dari ruang rencana usaha atau
         kegiatan inilah berdampak sumber terhadap lingkungan hidup disekitarnya, termasuk
         dalam hal ini alternatif lokasi rencana usaha atau kegiatan.
     b. Batas Ekologi adalah ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau
         kegiatan menurut media transportasi limbah (air,udara) dimana prose salami yang
         berlangsung di dalam ruang tersebut di perkirakan akan mengalami perubahan
         mendasar termasuk dalam ruangan ini adalah ruang di sekitar rencana usaha dan
         kegiatan yang secara ekologis memberi dampak terhadap aktivitas usaha atau
         kegiatan.
     c. Batas Sosial adalah ruangan di sekitar rencana atau kegiatan yang merupakan tempat
         berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu
         yang sudah mapan (termasuk system dan struktur sosial), sesuai dengan proses
         dinamika sosial suatu kelompok masyarakat, yang diperkirakan akan mengalami
         perubahan mendasar akibat suatu rencana usaha atau kegiatan. Batas sosial ini sangat
         penting dalam studi AMDAL, karena adanya kelompok yang kehidupan sosialnya
         berubah akibat aktivitas usaha atau kegiatan.
     d. Batas Administratif adalah ruangan di mana masyarakat secara leluasa malakukan
         kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan
         perundang – undangan yang berlaku di dalam ruang tersebut.
     e. Batas ruang lingkup studi AMDAL, yaitu ruang yang merupakan kesatuan dari
         keempat wilayah di atas,namun penentuannya disesuaikan dengan kemampuan
         pelaksana yang biasanya memiliki keterbatasan sumber data, seperti waktu, dana,
         tenaga, teknik dan metode telaah.

      4. Metode pengumpulan dan Analisis Data
                Studi AMDAL dapat berjalan sesuai dengan alur dan pedoman yang telah ditetapkan,
          sehingga akan menghasilkan studi yang sahih dan dapat dipertanggung jawabkan secara
          ilmiah, maka studi AMDAL juga dalam analisisnya perlu melakukan metode pengumpulan
          dan analisis data yang ilmiah pula.
                Perlunya dilakukan metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan
          pertimbangkan mengingat studi AMDAL merupakan telaahan mendalam atas dampak
          besar dan penting usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup.

H. SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL          
            Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) perlu disusun secara sistematis, sehingga dapat :
1. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan,
    perencanaan, dan pengelolaan rencana usaha atau kegiatan.
2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat, bila dipandang
    masyarakat, dan mudah disarikan isinya pemuatan dalam media yang selama menyusun
    AMDAL.
3. Memuat uraian singkat tentang berbagai kemungkinan dampak besar dan pentingnya, baik
    pada tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi maupun pasca-opersi, serta keterangan
    menganai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi serta berbagai kekurangan dan
    keterbatasan yang dihadapi selama menyusun AMDAL.

I. KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA ATAU KEGIATAN

           
Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi menunjang program pembangunan.

1. Penentuan batas – batas lahan yang langsung akan digunakan oleh rencana usaha atau
    kegiatan harus dinyatakan dengan peta berskala memadai dan dapat memperlihatkan
    hubungan tata kaitan dan tata letak antara lokasi rencana usaha atau kegiatan dengan
    usaha atau kegiatan lainnya seperti pemukimana dan lingkungan hidup alami yang
    terdapat disekitar proyek harus diberi tanda peringatan.

2. Hubungan antara lokasi rencana usaha atau kegiatan dengan jarak dan tersedianya
    sumber daya air dan energy, sumber daya alam hayati, dan sumber daya alam non-hayati
    serta sumber daya manusia yang di perlakukan oleh rencana usaha atau kegiatan setelah
    usaha atau kegiatan ini beroperasi.

3. Alternatif usaha atau kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan apabila berdasarkan
    studi kelayakan terdapat beberapa alternatif lokasi usaha atau kegiatan, maka berikan
    uraian tentang masing – masing alternatif lokasi tersebut.

4. Tata letak usaha atau kegiatan dilengkapi dengan peta, yang berskala memadai, yang
    memuat informasi tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam
    lokasi rencana usaha atau kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan
    bangunan yang sudah ada disekitar rencana usaha atau kegiatan bila terdapat beberapa
    alternatif tata letak dan bangunan struktur lainnya, maka alternatif rancangan tersebut
    diutamakan pula dalam peta yang berskala yang memadai.

5. Tahap pelaksanaan usaha atau kegiatan tahap prakonstruksi, konstruksi, jangka waktu
    masa operasi, hingga rencana waktu pasca-operasi.

          a. Tahap prakonstruksi/persiapan
              Uraikan tentang rencana usaha atau kegiatan dan jadwal usaha atau kegiatan pada tahap
              prakonstruksi. Uraikan secara mendalam difokuskan pada kegiatan selama masa
              persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak besar dan penting terhadap
              lingkungan hidup.
          b. Tahap konstruksi
               i. Uraikan tentang rencana usaha atau kegiatan dan jadwal usaha atau kegiatan pada
                  tahap prakonstruksi. Uraikan secara mendalam difokuskan pada usaha atau kegiatan
                  yang menjadi menyebab timbulnya dampak besar dan penting terhadap lingkungan
                  hidup.
               ii. Uraikan tentang rencana usaha atau kegiatan pembangunan unit atau sarana
                   pengendalian dampak, bila unit atau sarana yang dimaksud direncanakan akan
                   dibangun oleh pemrakarsa.
               iii. Uraian tentang rencana pemulihan kembali bekas – bekas material, bahan, gudang,
                   jalan – jalan darurat, dan lain – lain setelah usaha atau kegiatan konstruksi berakhir.
          c. Tahap Operasi
               i. Uraikan tentang rencana usaha atau kegiatan dan jadwal usaha atau kegiatan pada
                   tahap operasi uraikan secara mendalam difokuskan pada usaha atau kegiatan yang
                   menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan hidup.
               ii. Rencana rehabilitasi atau reklamasi lahan yang akan dilaksanakan selama masa
                   operasi termasuk dalam hal ini rencana pengoperasian unit atau sarana pengendalian
                   dampak yang telah dibangun pada masa konstruksi.
          d. Tahap pasca Opersi
              Uraikan tentang rencana usaha atau kegiatan dan jawal atau usaha kegiatan pada tahap
              pasca – opersi.

Sumber : Buku Gunadarma

2. Terhadap Air :
     a. Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning atau hitam,
         sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan seperti air minum, mencuci, dan
         keperluan lainnya.
     b. Berubah rasa, dalam arti bahwa mungkin warnanya tidak berubah, akan tetapi rasanya
         menjadi berubah, sehingga juga berbahaya untuk dijadikan air minum, karena mungkin
         mengandung zat – zat yang berbahaya.
     c. Berbau busuk atau menyengat, sehingga sangat menggaggu lingkungan di sekitarnya.
     d. Mengering, hal ini disebabkan proyek yang dijalankan menggunakan air sungai atau air
         tanah yang berlebihan, akibatnya air disekitar lokasi menjadi berkurang.



TUGAS II

Menjadi mahasiswa jurusan akuntansi memang sudah menjadi pilihan saya sejak di bangku SMA, tentulah sekarang saya bangga telah menjadi mahasiswa akuntansi, selain itu tidak hanya bangga saja yang saya perlihatkan, saya akan buktikan bahwa saya mampu menjadi mahasiswa jurusan akuntansi karena menjadi mahasiswa akuntansi adalah pilihan saya maka dari itu saya harus menjalani semua ini dengan rasa ikhlas agar semua ini dapat berjalan dengan sesuai yang diinginkan, dan menjalaninya pun tidak lah semudah  itu saya harus lebih perdalam pelajaran ini dan menanamkan pada kehidupan sehari-hari
Memilih suatu jurusan memang harus didasari oleh keinginan  kita sendiri tanpa harus ada paksaan dari orang lain sebab yang akan mengerjakannya adalah diri kita sendiriyang dapat berdampak pada kinerja yang kurang maksimal dan berimbas pada masa depan kita. Maka dari itu  alasan saya memilih akuntansi karena saya memang menyukai pelajaran ini dan saya  cukup menguasai pelajaran ini. Oleh  karena itu saya lebih memilih akuntansi dari pada jurusan yang lainnya, karena setiap pilihan yang kita pilih dengan kemauan kita sendiri dan diiringi dengan usaha dan doa pasti akan mendapatkan hasil yang positif. Selain itu pada dunia kerja seorang akuntan pasti akan dibutuhkan oleh perusahaan karena di setiap perusahaan pasti akan membutuhkan seorang akuntan maka dari itu saya memilih akuntansi.  
Aktivitas di kampus sangatlah penting untuk menunjang perkuliahan kita, karena dengan mengikuti mengikuti kegiatan – kegiatan yang ada di kampus misalnya berorganisasi, bergaul dengan mahasiswa, atau mengikuti acara yang diselenggarakan oleh kampus dll, selama itu bersifat positif walaupun itu tidak ada di dalam jadwal perkuliahan, sebaiknya itu harus di ikuti itu sangat berguna untuk menambah wawasan maupun menghilangkan rasa jenuh dalam menjalani perkuliahan serta kita juga dapat mengetahui perkembangan kampus kita, tentunya  harus diimbangi dengan belajar, pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan tentunya tidaklah mudah kita pasti dihadapkan dengan kesulitan, dengan bekerja keras lah kita akan dapat melewatinya, tapi bila kita bisa melewatinya kita bisa berada satu langkah didepan. Di dalam perkuliahan pun sama banyak kesulitan yang harus dihadapi misalnya di dalam kelas, biasanya karena kurangnya konsentrasi dalam belajar dan kurangnya materi yang disampaikan dosen menjadi factor utama kesulitan, ketidakhadiran dosen juga masih menjadi kendala, oleh karena itu mahasiswa di tuntut kerja keras untuk mendapatkan materi tambahan di luar kelas untuk menunjang dalam kelangsungan belajar, kita juga harus pandai dalam membagi waktu antara belajar dan bermain
Didalam hidup ini tentu kita memiliki obsesi masing-masing, obsesi saya setelah lulus tentunya melamar pekerjaan yang menang sesuai dengan keahlian saya, dan saya akan bekerja keras untuk mendapatkan tempat tertinggi di perusahaan itu, dan tentunya saya akan membuat orang tua saya bangga terhadap saya dan saya pun akan membahagiakan ke dua orang tua saya